
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menilai skema tersebut membuka peluang besar bagi desa untuk menjadi motor penggerak ekonomi.
“BUMDes dapat menjadi pemasok pangan yang akan menggerakkan roda ekonomi desa secara luas,” ujarnya, dikutip dari Kompas.id.
Di Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, program tersebut telah diwujudkan secara nyata. Albert, Direktur BUMDes MS, menegaskan bahwa pihaknya memiliki dua sektor utama, yakni ketahanan pangan dan material (kontraktor).
“Untuk sektor ketahanan pangan, kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa penyedia MBG (Makanan Bergizi Gratis) seperti MBG Al-Azhar, Citamiang Kecamatan Maniis, hingga Depok. Saat ini produksi telur kami hampir mencapai 8 ton per bulan,” jelas Albert, Sabtu (30/8/2025).







