
“Tentu akibat penundaan umrah beberapa bulan terakhir ini kan antrean calon jemaah umrah semakin banyak. Jadi pemerintah harus mengutamakan keberangkatan calon jemaah yang sudah membayar ke penyelenggara perjalanan umrah.
Tapi juga harus ada sosialisasi soal konsekuensi peningkatan biaya, karena kan mesti ada syarat karantina dari Pemerintah Saudi waktu tiba di sana, dan saat jemaah kembali ke Indonesia,” imbuh legislator dapil Sumatera Utara III itu.
Menutup pernyataannya, Rudi juga meminta Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama untuk segera memastikan tanggal pasti keberangkatan. Karena hingga kini, meski Arab Saudi sudah menyatakan siap kembali menerima jemaah Indonesia, namun tanggal pasti keberangkatan belum diputuskan.
“Termasuk teknis dan ketentuan penyelenggaraan umrah di tengah pandemi yang ditetapkan Arab Saudi,” tutup Rudi.(suara.com)







