Selama tiga bulan inkubasi, peserta akan dibimbing dalam berbagai aspek bisnis, dari diagnosis kesehatan usaha, manajemen, penguatan branding, hingga penyusunan pitching deck untuk menarik investor.
Di sisi legalitas, peserta juga difasilitasi mengurus sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) merek, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai jenis usaha masing-masing.
Nining mengakui, IKM Jawa Barat masih menghadapi tantangan nyata, kesenjangan kapasitas produksi, keterbatasan sumber daya, hingga lemahnya daya saing terhadap produk impor.
Karena itu, program ini dirancang jauh lebih dari sekadar ajang promosi produk. IKM, kata dia, harus berani masuk ke ekosistem industri yang lebih besar.
“Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” tegasnya.





