
Ia mengatakan yang menjadi ketidak wajarannya juga, mobil ini terkesan asing karen bermerka lain, meski harganya tergolong murah sekitar 900 juta-an. Termasuk hanya yang tidak wajarnya, menggunakan bermereknya lain.
“Nah ini mereknya asing. Tapi yang bagian masalahnya siapa sih yang mengusulkan mobil ini?” ujarnya.
Seharusnya pimpinan daerah punya rasa empati di masa pandemi Covid-19, anggaran untuk mobil dinas bisa dialokasikan kepada pos lain yang lebih penting untuk meringankan beban masyarakat.(Red)







