Warung ini dibangun oleh dua pemuda lokal, Away dan Andri, yang ingin berkontribusi positif untuk desa mereka. Jalan tempat berdirinya warung, yakni Jalan Parakan, sebelumnya dikenal memiliki stigma negatif karena sering dijadikan lokasi aktivitas yang tidak produktif.
Nama Japri Ceria sendiri merupakan singkatan dari Jalan Parakan belok kiri. Penambahan kata “Ceria” dipilih karena Away dan Andri berharap setiap pengunjung yang datang bisa merasa bahagia, tersenyum, dan pulang dengan membawa cerita menyenangkan untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat mereka. Semangat itulah yang kini menjadi napas dari warung yang selalu ramai dikunjungi, bahkan oleh orang dari luar kota.
Berlatar belakang persawahan luas dan perbukitan hijau, kegiatan painting class kali ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa. Salah satu siswa private tampak duduk di bangku kayu sederhana menghadap kanvas kosong, siap menuangkan imajinasi dalam bentuk warna.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran meja-meja kayu, pot tanaman, serta drum bekas yang dihias dengan wajah ceria semua menjadi bagian dari ruang belajar yang alami dan menyenangkan.







