Pendidikan

Jalan Terjal dan Berlumpur, Seorang Guru di Parungbanteng Berjuang Untuk Mengajar

×

Jalan Terjal dan Berlumpur, Seorang Guru di Parungbanteng Berjuang Untuk Mengajar

Sebarkan artikel ini
Unandar, seorang guru yang bertugas di Desa Parungbanteng. (JabarNews)
Unandar, seorang guru yang bertugas di Desa Parungbanteng. (JabarNews)

“Di musim hujan seperti ini melewati jalur air dengan menyebrang Danau Jatiluhur itu beresiko juga, seperti banyaknya eceng gondok. Bisa saja kami terjebak eceng gondok itu dan membuat kami tidak bisa berangkat ke sekolah. Terlebih perahu yang biasa kami gunakan mengalami kerusakan dan tidak bisa dipergunakan,” tutur pria yang di angkat sebagai Aparatur Sipil Negara pada Tahun 2010 silam.

Dengan demikian, kata Unan, dirinya bersama guru lain mau tak mau menggunakan jalur darat, meskipun harus menunggu meredanya debit air sungai hingga menurun, agar bisa dilewati dan bisa sampai tujuan.

Akibatnya, Ia mengaku sering terlambat datang ke sekolah lantaran menunggu debit air turun ataupun berjalan kaki menyusuri dan menaiki bangunan jembatan yang belum selesai.

Baca Juga:  Seorang Wanita Terekam Kamera CCTV Mencuri Uang di Toko Perlengkapan Bayi

“Jadi kami setiap hari menggunakan jalur darat menggunakan motor yang memakan banyak tenaga dan biaya. Meskipun demikian, kami tetap antusias, tetap harus kami jalani karena ini sudah menjadi kewajiban kami dalam mengajar peserta didik di sekolah tersebut. Bagi kami tidak ada kata rintangan, yang ada hanya tantangan,” beber Unan.

Majunya pendidikan di wilayah perkotaan, berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di lokasi terpencil. Di SDN 1 Parungbanteng Guru yang berstatus ASN hanya 2 orang dan SMPN Satap 1 Parungbanteng itu ada 3 orang guru berstatus ASN.

Baca Juga:  Antisipasi Keracunan Chiki Ngebul, Polisi di Purwakarta Turun Langsung ke Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777