Selain pendalaman spiritual, Dinas Pendidikan Purwakarta juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat.
Sadiyah mengingatkan para pelajar agar menjauhi aktivitas yang tidak bermanfaat atau cenderung membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Larangan keras diberlakukan bagi siswa yang kedapatan bermain petasan, melakukan konvoi di jalan raya, atau euforia berlebihan lainnya. Pasalnya, pengawasan terhadap siswa tetap berjalan penuh meski jam sekolah telah berakhir.
“Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta didik agar menjaga sikap dan perilaku selama Ramadan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Hindari euforia berlebihan seperti konvoi, bermain petasan, atau kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas Sadiyah.
“Pesantren Ramadan bukan hanya berlangsung dari pagi hingga siang, tetapi menjadi pembinaan selama 24 jam dengan pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar,” tambahnya.





