
Menggandeng sejumlah relawan yang ahli di bidang bahasa Inggris, Sutoyo mengajak rekan-rekannya, seperti Mulyana dan Kartini Damanik, untuk memberikan pelatihan setiap Sabtu pagi, pukul 09.00–11.00 WIB, di area Taman Situ Buleud dan beberapa kafe di Purwakarta.
“Metode pengajarannya kami buat fun, penuh game, dan tidak membosankan. Belajar tapi santai, agar semua peserta nyaman dan berani berbicara dalam bahasa Inggris,” tutur Kartini.
Kehadiran NESA pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk dari Aa Komara, pendiri Bani Adam Chapter Purwakarta dan komunitas Bela Purwakarta.
Dalam kunjungannya ke salah satu sesi pelatihan NESA, Aa Komara memberikan motivasi kepada peserta dan mengungkapkan kisah inspiratifnya.
“Saya pernah mengajar calon TKI di BLK-Luar Negeri, banyak di antara mereka buta huruf dan tidak tahu bahasa Inggris. Tapi dengan metode yang tepat, mereka bisa fasih dan sukses bekerja di luar negeri. Namun, sekarang setelah puluhan tahun tidak praktik, saya pun merasa kaku dan kehilangan kemampuan. Maka, NESA ini sangat membantu untuk refresh kemampuan itu,” jelasnya.







