
Bantuan sepeda terus berdatangan hingga terakhir bah Djuju menerima bantuan dari Dedi Mulyadi pada 2017.
“Waktu masih jalan kaki hanya 4 desa, kemudian setelah pake sepeda jadi 7 desa, dan hingga kini sudah 10 desa di Kecamatan Darangdan,” ucap bah Djuju.
Ia mengungkapkan, setiap desa memiliki kelompok pembaca dengan rata-rata empat sampai lima kelompok. Kelompok di tiap-tiap desa itu kemudian membagikan buku kepada masyarakat dengan sasaran anak sekolah.
“Bukunya setiap minggu sama abah diambil kemudian dipindahkan ke desa lain, misal dari Desa Darangdan,ke Sawit atau ke Cilingga. Terus saja muter ke desa-desa lain,” tuturnya.
Adapun jumlah buku saat ini sudah ribuan dengan beragam jenis buku dan judul, seperti buku dongeng, majalah dan buku penunjang pembelajar di sekolah.
“Awalnya sedikit, kemudian banyak yang bantu. 1990 adalah titik dimana jumlah buku bertambah bahkan hari ini sudah banyak,” ujar bah Djuju.
Bah Djuju tidak menampik setelah merebak wabah virus corona peminat membaca menurun karena dilarang berkerumun, ditambah perkembangan teknologi semakin tinggi membuat minat baca masyarakat terjun bebas.







