
Ia menyampaikan, sebelum video tersebut beredar luas, pengembang telah merespons aduan warga dan melakukan perbaikan drainase sebanyak tiga kali sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan perumahan.
“Perbaikan drainase sudah kami lakukan beberapa kali. Namun dari hasil evaluasi, persoalan ini tidak semata-mata berasal dari kawasan kami. Terdapat aliran air dari hulu yang bermasalah, termasuk kerusakan saluran air milik PJT II. Selain itu, di atas kawasan Bumi Villa Jatiluhur juga terdapat pembangunan perumahan oleh PT Tiga Pilar yang memicu longsoran serta peningkatan debit air saat hujan,” ujar Agus Prayogo.
Menurut Agus, kondisi tersebut menyebabkan Bumi Villa Jatiluhur yang berada di posisi paling bawah aliran menjadi titik akhir limpasan air.
Akibatnya, saat curah hujan tinggi, terjadi luapan air yang tidak tertampung secara optimal. Oleh karena itu, ia menilai penanganan harus dilakukan secara lintas kawasan dan lintas kewenangan, bukan secara parsial.





