“Hari ini kami melakukan pemeriksaan bersama, berkoordinasi dengan Polres Purwakarta bagian ekonomi. Di lapangan, penanganan daging sudah mulai menunjukkan peningkatan yang baik. Yang sebelumnya kemasan terbuka, kini sebagian sudah mulai dikemas dengan lebih tertutup,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa catatan penting, di antaranya adanya daging yang baru dipotong namun belum dikemas, serta produk daging kerbau yang belum diberi label secara jelas.
“Masih ada daging kerbau yang belum tertulis secara formal sebagai daging kerbau, hanya ditulis paket ekonomis. Kami menyarankan agar dicantumkan jenis dagingnya untuk melindungi konsumen, sehingga masyarakat mengetahui secara pasti produk yang dibeli,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan produk yang telah melewati tanggal kedaluwarsa. Selain itu, pengujian awal terhadap kemungkinan kandungan formalin pada daging sapi dan ayam juga menunjukkan hasil yang masih aman.





