
“Berinteraksi langsung dengan banyak pemangku kepentingan tentu akan membuka wawasan dan pengalaman baru, khususnya dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Meski harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan peran sebagai finalis duta pariwisata, anak ketiga dari empat bersaudara ini tetap optimistis. Ia menilai tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran penting.
“Saya melihat ini sebagai latihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan analisis yang sangat dibutuhkan di dunia profesional,” tuturnya.
Di era digital, Vera menekankan pentingnya peran media sosial sebagai gerbang awal promosi wisata. Ia menyebut media digital harus mampu menjadi “pintu pertama” yang menarik minat wisatawan.





