
“Biasanya capaian seperti ini identik dengan sekolah berbasis keagamaan. Namun di Purwakarta, sekolah negeri pun diupayakan agar seluruh siswanya bisa belajar Al-Qur’an. Pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Salah satu peserta Wisuda Tahfidz, Mikayla Maharani, siswi kelas IX C, mengaku capaian hafalannya diperoleh melalui ketekunan dan kedisiplinan dalam belajar.
“Menghafal Al-Qur’an tidak terlalu sulit kalau dijalani dengan sungguh-sungguh. Saya sering menghafal di rumah, di sekolah, bahkan saat jam istirahat,” ujar Mikayla.
Ia menambahkan, bimbingan guru agama sangat membantu dalam proses menghafal, di mana hafalan siswa diuji secara perorangan pada mata pelajaran agama.







