
Menariknya, Korea Selatan kini mengadopsi model penginapan unik ala “parador” Spanyol. Rumah tradisional (hanok), kuil, dan desa adat disulap menjadi penginapan premium untuk memberikan pengalaman hidup lokal yang autentik.
Di sisi lain, Presiden Lee Jae Myung memberikan peringatan keras terhadap praktik “getok harga” (price gouging) yang merugikan wisatawan. Bisnis yang tidak transparan soal harga akan langsung dijatuhi sanksi penangguhan operasional.
“Pariwisata adalah industri strategis nasional inti. Pertumbuhannya harus dirasakan oleh ekonomi daerah, bukan hanya Seoul,” tegas Presiden Lee.
Aturan ketat ini juga menyasar jasa sewa mobil di Pulau Jeju dan sektor perhotelan. Pemerintah memastikan tidak ada pembatalan pesanan sepihak demi meraup untung di musim puncak kunjungan.
Dengan rangkaian kebijakan ini, liburan ke Korea Selatan diharapkan menjadi lebih aman dan berkesan bagi turis asing, terutama dari Indonesia.(red)





