
“Saya berharap dengan adanya sistem ini, kami bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, bahkan ke depannya mampu menjual hasil panennya ke pasar,” ujarnya.
Selain memberi manfaat langsung bagi warga, inovasi Akuaponik Drum juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan).
Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh ketahanan pangan, tetapi juga peluang ekonomi baru di bidang pertanian dan perikanan.
Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan warga pedesaan dan keberlanjutan lingkungan. (Red)







