PurwakartaUpdate.com, Purwakarta – Aroma tidak sedap dari rongga mulut sering kali mengganggu rasa percaya diri, padahal memahami cara mencegah bau mulut saat puasa secara tepat dapat menjaga kenyamanan interaksi sosial sepanjang hari.
Masalah ini kerap muncul di tengah rutinitas normal seperti bekerja atau belajar, terutama saat kondisi mulut cenderung kering karena absennya asupan cairan.
Kepala Unit Kesehatan IPB University, drg Titik Nurhayati, menyebutkan bahwa kondisi mulut kering merupakan faktor utama pemicu bau tersebut.
Minimnya aktivitas mengunyah selama berpuasa membuat kelenjar air liur tidak terstimulasi secara optimal.
“Bau mulut merupakan masalah umum yang dapat terjadi pada semua usia. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan kesehatan gigi dan mulut hingga masalah pencernaan, seperti asam lambung,” ujar Titik dikutip dari Kompas, Senin (2/3/2026).
Secara alami, air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang menekan pertumbuhan bakteri di rongga mulut.
Ketika produksinya menurun drastis selama berjam-jam, bakteri penyebab bau akan berkembang lebih cepat dan memicu aroma yang kurang sedap.
“Ketika produksi air liur berkurang, bakteri di dalam mulut dapat berkembang lebih banyak dan akhirnya menimbulkan bau mulut,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal ini, menjaga kebersihan gigi dan mulut harus dilakukan lebih intensif daripada hari biasanya.
Menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur, menjadi protokol dasar yang tidak boleh dilewatkan demi meminimalisir sisa makanan.





