“Kalau sekarang kan memang kita belum tahu (ekspor impor)-nya, tapi kalau berkelanjutan kan ya tidak hanya Indonesia, tapi buat semua negara pasti akan kena dampaknya, itu pasti ya. Tapi ya mudah-mudahan cepat selesai dah, jadi nggak berlanjut,” terangnya.
Pemerintah bergerak cepat menyiapkan dua strategi utama sebagai langkah antisipasi. Pertama, memperkuat konsumsi domestik guna menjaga daya beli masyarakat. Kedua, mengalihkan fokus ekspor ke wilayah yang tidak terdampak situasi panas di Timur Tengah.
Terkait kerja sama dagang, Budi menjamin seluruh agenda tetap berjalan sesuai jadwal. Implementasi kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) terus berlanjut tanpa hambatan. Begitu pula dengan perundingan Gulf Cooperation Council (GCC) yang tetap berjalan normal.
“Kalau UAE kan udah selesai, udah implementasi. Kalau GCC kan tetap jalan, nggak ada rencana penundaan,” jelasnya.(red)





