Kreatif, Cara Ibu-Ibu di Purwakarta Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

PURWAKARTAUPDATE.com | Pandemi Covid-19 yang tak tau sampai kapan akan berakhir, menuntut masyarakat untuk bisa tetap survive hidup berdampingan dengan Covid-19. Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salahsatu hal penting yang harus disiapkan pada situasi seperti ini.

Seperti halnya yang dilakukan para ibu rumahtangga di RW 06 Kelurahan Purwamekar, Purwakarta.

Disela-sela mengisi waktu luang di masa pandemi ini, emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mitra Asih melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran hijau dan cabe-cabean.

Baca Juga:  Wagub Jabar Ajak Masyarakat Untuk Gunakan Transportasi Kereta Api Saat Bepergian

Ternyata, kegiatan para wonder women tersebut mendapatkan dukungan dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta serta pendampingan dari Balai Penyuluh Pertanian Kelurahan Nagrikidul Kecamatan Purwakarta untuk peningkatan keterampilan dalam budidaya sayuran.

Ketua KWT Mitra Asih, Helen Setianingtyas, mengatakan kegiatan ini selain mengisi untuk waktu luang, kegiatan ini juga bertujuan untuk memenuhi konsumsi kebutuhan sayuran untuk keluarga.

“Kegiatan kelompok wanita tani ini meliputi pengolahan tanah, penyemaian, penanaman di demplot dan polybag, pemeliharaan sampai dengan panen dan penjualan. Sayuran yang dihasilkan berupa sayuran hijau sehat karena tidak menggunakan pupuk kimia serta bebas pestisida kimia,” ucap Helen usai panen raya Kebun KWT di Purwamekar, Pada  Jumat (20/8/2021).

Baca Juga:  Pria Pencuri Tanaman Hias Alglonema di Purwakarta Terekam Kamera CCTV

Dijelaskannya, hari ini kelompoknya menggelar panen raya sayuran hijau sekaligus pengenalan kegiatan KWT kepada masyarakat.

“Kegiatan ini juga  hadiri oleh Kadispangtan Kabupaten  Purwakarta, Lurah Purwamekar serta perangkat pemerintahan setempat,” ucap Helen.

Sementara, dalam keterangannya Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan di masa pandemi ini bertani bisa menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Dengan fasilitasi yang ada, diharapkan mampu menjadi wahana belajar bagi ibu-ibu setempat, selain itu diharapkan warga tidak lagi tergantung pasar dalam mencukupi kebutuhan sayur-mayur untuk keluarga. KWT juga harus bisa membaca peluang pasar, misalkan saat harga cabe melambung, demplot KWT harus bisa mensuplay kebutuhan  warga,” ucap Midan.Gin)

Baca Juga:  Dumas Presisi, Aplikasi Pengaduan Online Tanpa Harus ke Kantor Polisi