Panen Perdana Pisang Cavendish Kualitas Ekspor di Purwakarta

PURWAKARTAUPDATE.com | Panen perdana pisang Cavendish kualitas ekspor yang ditanam di lahan PT Gistex Chewon Synthetic yang berlokasi di Jalan Raya Purwakarta Subang-Km. 12, Desa Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (24/5/2021).

Napak hadir para pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Serta hadir juga dari Kementerian PPN / Bappenas, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Direktur PT Cipta Agri Pratama, Pimpinan PT Gistex Chewon Shynthetic, dan Muspika Kecamatan Campaka.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), RR Yuli Sri Wilanti, mengatakan pengembangan produk holtikultura jenis buah Pisang Cavendish ini terus didorong Pemerintah melalui Kemenko Bidang Perekonomian melalui program Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor. 

Baca Juga:  Berkah Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban di Purwakarta Ramai Dikunjungi Calon Pembeli

“Ini merupakan inisiasi dari pelaku usaha yang memang sudah bergerak di bidang agribisnis khususnya buah-buahan. Kami dari Kementerian sangat mendukung inisiasi program seperti seperti ini,” ucap Yuli, saat ditemui di Purwakarta, pada Senin (24/5/2021).

Kedepan, sambung dia, pihkanya akan melakukan kolaborasikan dengan dukungan pemerintah melalui Kementerian-Kementerian teknis yang memang membidangi untuk pengembangan agribisnis ini.

“Kerja sama kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani adalah solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kontinuitas produk pisang cavendish sehingga dapat memenuhi kebutuhan baik bagi pasar lokal maupun pasar global serta sebagai upaya Pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ucap Yuli.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Anggarkan 1.000 Wartawan Untuk Ikuti Uji Kompetensi Keahlian

Dijelaskannya, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yakni mendorong petani dan nelayan agar membangun model bisnis korporasi dengan skala ekonomi yang efisien sehingga dapat mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, teknologi, dan memperkuat pemasaran produk.

“Program ini adalah salah satu upaya meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah ditengah Pandemi Covid-19. Kita akan terus terdorong karena ini kan murni dari kesadaran masyarakat untuk betul-betul melakukan agrobisnis yang memang punya ada yang lebih tinggi lagi orientasinya ini untuk ekspor,” ucap Yuli.

Ditempat yang sama, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Kemenko Perekonomian, Dr. Raden Edi Prio Pambudi, mengatakan Pisang itu termasuk komoditi yang potensial bagi ekspor. Jadi peruntukannya tidak hanya ke dalam negeri.

Baca Juga:  Aksi Protes, Peternak Ayam dan Mahasiswa Bakal Datangi Istana Presiden

“Tapi agribisnis sendiri itukan merupakan sebuah ekosistem, tidak bisa kemudian hanya dikembangkan secara parsial. Sehingga Kita melihat kolaborasi seperti ini, ya Kementerian untuk menyambut. Oleh karena itu disini kita juga undang dari semua Kementerian,” ucap Edi.

Sehingga, sambung dia, ada kolaborasi secara program supaya semuanya juga lebih ke arah target yang tepat.

“Ya kan di sini bisa membantu ke petaninya, bisa memulihkan industrinya, bahkan juga untuk industri yang mungkin tidak di dalam agribisnis ternyata berhubungan karena di tekstil ini ternyata juga bisa memanfaatkan hasil-hasil dari agribisnis ini dan itu yang kita harapkan,” pungkasnya.(Jabarnews.com)