
“Kegiatan ini sangat strategis. Kita bukan hanya bicara soal pemasaran produk lokal, tapi tentang membangun kesadaran kolektif menjaga kelestarian lingkungan. Semangat menanam pohon kembali dan menjaga hutan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat,” ujar Om Zein.
Pasar rakyat yang berlangsung meriah tersebut dipadati oleh warga, pelaku usaha, serta pelajar dari tingkat TK hingga SD yang turut serta dalam berbagai lomba edukatif bertema lingkungan.
Bupati menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini penting agar kepedulian terhadap ekosistem alam tumbuh sejak dini.
Om Zein juga mengapresiasi upaya panitia yang telah mengintegrasikan sistem digital dalam transaksi pasar. Produk lokal yang dijual pun terjangkau, yakni Rp200.000 per jongko, dan dapat dibeli secara non-tunai.
“Ini bentuk kemajuan yang tetap berpijak pada kearifan lokal,” katanya.







