
Pencantuman gelar yang panjang berpotensi menimbulkan kesan keberpihakan, terutama jika tokoh yang diberitakan memiliki banyak gelar akademik atau kehormatan.
Dari sisi bahasa jurnalistik, berita dituntut singkat, padat, dan jelas. Dalam buku Jurnalistik Praktis untuk Pemula, Asep Syamsul M. Romli menjelaskan bahwa bahasa berita harus efisien, lugas, dan langsung ke pokok persoalan.
Gelar akademik yang disertakan pada nama sering kali membuat kalimat menjadi panjang dan kurang efektif, sehingga mengganggu kenyamanan membaca, terutama diberbagai media online khususnya Redaksi Media Nasional Suara Utama yang mengutamakan kecepatan akses informasi.
Sementara itu, AS Haris Sumadiria dalam Jurnalistik Indonesia menekankan bahwa identitas dalam berita cukup ditulis sebatas yang relevan dengan peristiwa.

