
Ketika berita terlalu menonjolkan figur melalui gelar, fokus bisa bergeser dari fakta ke sosok. Hal ini berpotensi mengurangi objektivitas dan kepercayaan pembaca terhadap media.
Meski demikian, bukan berarti gelar tidak boleh digunakan sama sekali. Gelar dapat dicantumkan secara terbatas apabila memiliki relevansi langsung dengan konteks berita, seperti dalam pemberitaan akademik, ilmiah, atau penelitian.
Gelar juga bisa digunakan untuk membedakan narasumber yang memiliki nama sama. Namun, penggunaannya tetap harus proporsional dan tidak berlebihan.
Sebagai alternatif, media dianjurkan mencantumkan jabatan, profesi, atau peran yang berkaitan langsung dengan peristiwa. Cara ini dinilai lebih informatif, netral, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

