70 Prajurit Yon Armed 9 Pasopati Kostrad Ikuti Latbakjatrat

PURWAKARTAUPDATE.com | Sebanyak 70 prajurit TNI AD dari Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad ikuti kegiatan latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) terpadu yang diselenggarakan oleh Pussenarmed Kodiklat AD, pada 24 Mei sampai 28 Mei 2021 mendatang.

Tak hanya itu, enam pucuk Meriam Caesar juga ikut dalam rombongan tersebut menuju Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Diketahui, Meriam Caesar 155 juga dipercayakan dan menjadi kebanggaan Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad yang bermarkas di Jalan Raya Sadang-Subang, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta itu.

“Latbakjatrat terpadu ini merupakan sarana untuk menguji kemampuan alutsista dan meningkatkan profesionalisme Prajurit Yon Armed 9 Pasopati Kostrad,” ucap Danyon Armed 9 Pasopati Kostrad, Letkol Arm Andi Achmad Afandi, pada Senin (24/5/2021).

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Gelar Operasi Yustisi Guna Menekan Penyebaran Covid-19

Dijelaskannya, Latbakjatrat merupakan salah satu cara untuk Mengasah kemampuan yang dimiliki setiap prajurit dalam bertempur guna menjaga wilayah NKRI serta menetapkan pencatatan-pencatatan bagi meriam-meriam guna menentukan kualitasnya.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan ketangkasan prajurit di bidang kecabangan Armed sehingga terpelihara kemampuannya serta profesionalisme setiap prajurit dalam mendukung tugas pokok TNI AD,” katanya.

“Untuk Tahun 2021 ini, Yon Armed 9 Pasopati Kostrad mengirimkan 70 Prajurit dan 6 pucuk Meriam Caesar,” sambung pria yang akrab disapa Andi itu.

Baca Juga:  Sudah Tahu Sejarah dan Makna Kata Purwakarta Belum?

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu prajurit Yon Armed 9 Pasopati Kostrad telah melaksanakan Latihan Tim Pelaksana Tembakan (LTPT) dan pada Latbakjatrat terpadu ini itu semua bakal diaplikasikan.

“Bagi prajurit Yon Armed 9 Pasopati Kostrad lebih cenderung difokuskan terhadap prosedur dan kerjasama teknis antar kelompok,” tutur pria yang terkenal dengan keramahannya itu.

Kerjasama itu, kata Andi, sangat berkaitan sekaligus memiliki pengaruh penting terhadap pelaksanan tugas pada kelompok lainnya.

“Dalam melaksanakan suatu tugas pertempuran, kesisteman satuan Armed itu dapat diibaratkan menghubungkan 3 hal penting yaitu: Mata, Otak dan Tangan Pemukul,” beber Andi.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Pemkab Purwakarta Bersama Kepolisian dan TNI Gelar Operasi Yustisi

Danyon menambahkan, dengan berjalannya sistem koordinasi dan kerjasama diantara unsur-unsur tersebut, maka tembakan yang dahsyat dapat dilaksanakan dengan terukur, tepat sasaran, efektif dan efisien.

Perlu diketahui, sebagai satuan yang memiliki Alutsista tercanggih dan modern TNI AD, Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad diwajibkan untuk terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan, baik kolektif maupun perseorangan dalam mewujudkan satuan Armed yang handal dan profesional.

“Untuk itu teruslah berlatih, jangan pernah berhenti berlatih, karena kesejahteraan yang paling hakiki bagi prajurit adalah latihan. Latihan itu sangat penting, pasalnya tanpa latihan, tak ada prajurit yang hebat,” pungkasnya.(Jabarnews.com)