
“Keberadaan SPPG jangan sampai menimbulkan isu lingkungan. Tidak boleh ada air limbah yang keluar dalam kondisi berwarna dan berbau ke parit atau saluran air,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat turut mengawasi dan segera melaporkan apabila ditemukan pencemaran, agar Dinas Kesehatan dapat mengecek fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sony juga menekankan bahwa sisa makanan (food waste) dapat diolah menjadi pupuk organik, pakan ternak, hingga budidaya maggot yang mampu menekan biaya produksi perikanan.
Selain itu, satu SPPG diperkirakan menghasilkan sekitar 500 liter minyak jelantah per bulan. Jika dikelola melalui BUMDes atau perusahaan daerah, limbah tersebut dapat menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mencegah pencemaran.





