Dony menilai, momen setelah salat seharusnya menjadi waktu di mana jiwa seseorang seolah diisi kembali energinya (recharge) melalui dialog dengan Sang Pencipta. Hal ini dinilai agar pegawai tidak terjebak dalam rutinitas yang hampa.
“Kalau fokus, kosentrasi dalam salat khusyuk, menjiwai, menikmati salat. Untuk itulah saya mengajak semuanya mari terus tingkatkan kualitas salat dijiwai, dihayati dan dimaknai,” ujar Dony.
Menurutnya, iklim ibadah di bulan Ramadhan sangat kondusif untuk memperdalam spiritualitas para ASN.
Ia pun mengajak seluruh jajarannya untuk benar-benar menghayati esensi dari setiap gerakan dan bacaan salat.
“Saya mengajak mari kita fokus dalam Salat. Kosentrasi dalam Salat, maknai, jiwai esensi dari Salat dan Salat dengan penuh khusyuk,” tegasnya.





