
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemkab dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Ia memastikan pemerintah daerah tetap fokus memperbaiki infrastruktur jalan, membangun dan merehabilitasi rumah warga kurang mampu yang nyaris roboh, serta memperbaiki dan menambah ruang kelas baru di sejumlah sekolah.
“Untuk mendukung program-program tersebut, atas nama jajaran Pemkab Purwakarta, saya menyampaikan permohonan maaf karena kami harus melakukan efektivitas dan efisiensi pada sektor-sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk dalam pengaturan hari kerja,” katanya.
Melalui penerapan sistem kerja fleksibel ini, Pemkab Purwakarta berharap dapat membangun budaya kerja yang lebih efisien, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta meningkatkan rasa tanggung jawab aparatur.







