Mustolih menyarankan Kemenhaj untuk segera berkoordinasi dengan Kemenlu dan pihak maskapai.
Ia menekankan perlunya pusat informasi atau crisis center untuk mengantisipasi jika jalur penerbangan tiba-tiba ditutup total.
“Langkah-langkah tersebut penting karena kemampuan finansial dan persiapan logistik jamaah umrah berbeda-beda, ada yang pas-pasan dan terbatas karena tidak sesuai dengan rencana perjalanan, begitu juga dengan kemampuan PPIU, belum lagi diantara ribuan jamaah umrah tersebut juga ada yang melakukan umrah mandiri tanpa melalui biro jasa travel,” ujar Mustolih.
Terakhir, Mustolih mengimbau calon jamaah yang baru akan berangkat untuk menunda perjalanan sementara waktu.
Menurutnya, situasi perang saat ini merugikan banyak pihak, mulai dari jamaah hingga negara penyelenggara ibadah.





