
Namun, ia menyebutkan bahwa penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih menjadi tantangan cukup serius.
Secara nasional, BBNKB turun 39 persen, sementara pajak kendaraan bermotor juga mengalami penurunan 11 persen berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri per 30 Oktober.
“Kami sedang menganalisa apakah penurunan ini dipengaruhi pertumbuhan ekonomi yang stagnan pada angka lima persen atau ada faktor lain. Kawan-kawan di Kemendagri sedang mendalami hal ini,” tambah Asep.
Asep menegaskan bahwa layanan drive-thru menjadi salah satu strategi memperluas kanal pembayaran sehingga masyarakat tidak perlu mengantri lama di kantor samsat.







