
Setiap hari, lalu lintas truk pengangkut sampah yang melintas sejak pagi hingga malam hari turut memperparah kondisi lingkungan dan infrastruktur desa.
Koordinator Gerakan Masyarakat Margasari, Lugia Prasetya, mengungkapkan bahwa kondisi pencemaran di sekitar TPA sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Salah satu dampak paling nyata adalah tercemarnya aliran sungai di sekitar lokasi.
“Air sungai itu mengalir ke area persawahan warga. Pada musim kemarau, petani masih menggunakannya untuk mengairi sawah. Ini jelas mengancam kesehatan dan ketahanan pangan warga,” ujar Lugia dalam audiensi tersebut.
Tak hanya pencemaran sungai, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih. Kerusakan jalan desa akibat beban truk sampah yang tidak sesuai spesifikasi jalan memperburuk kondisi permukiman.







