
“Biasanya capaian hafalan Al-Qur’an identik dengan sekolah berbasis keagamaan. Namun di Purwakarta, sekolah negeri pun diarahkan agar seluruh siswanya bisa belajar dan dekat dengan Al-Qur’an. Pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Sadiyah menilai, program AKPK sejalan dengan visi pendidikan karakter daerah yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Ia berharap, penguatan program ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
“Milangkala ke-84 SMP Negeri 1 Purwakarta ini menjadi bukti bahwa AKPK bukan sekadar kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan di satuan pendidikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi Purwakarta yang berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya. (Red)





