
Sebagai solusinya, Disdik Jabar menyiapkan skema angkutan abonemen yang dikelola bersama oleh sekolah dan orang tua.
Program ini menjadi jawaban bagi siswa yang tinggal jauh atau wilayahnya belum terjangkau trayek angkutan kota.
Purwanto menilai keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kekompakan semua pihak.
“Ini persoalan kreativitas dan kesamaan komitmen antara sekolah dengan orang tua,” ujarnya.
Ia menceritakan, iuran angkutan kolektif ini bisa sangat murah. Di beberapa daerah, biayanya bahkan hanya berkisar Rp10 ribu per bulan.





