
“Penggunaan sepeda motor bisa mendorong anak-anak menjadi lebih konsumtif karena harus memikirkan biaya bensin dan lainnya,” tuturnya.
Selain urusan dompet, aspek keselamatan pelajar menjadi prioritas tertinggi. Menurut Purwanto, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang belum tertib berlalu lintas, seperti berkendara tanpa helm atau melanggar rambu.
“Padahal, sejak dini anak-anak sudah harus dibiasakan menaati undang-undang dan peraturan lalu lintas,” tegasnya.
Ia juga menilai kendaraan pribadi kerap menjadi pintu masuk perilaku negatif di luar jam sekolah.
Dengan adanya kebijakan Dedi Mulyadi ini, diharapkan mampu meredam risiko anak terlibat geng motor, aksi tawuran, hingga kebiasaan bolos.





