
“Masih banyak siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Kami akan bekerja sama dengan lembaga Ummi agar pembinaan ini berjalan optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prestasi siswa merupakan tolok ukur utama keberhasilan sekolah.
“Setelah kemenangan ini, bukan hanya cukup menang. Kita harus memunculkan prestasi anak-anak. Bangunan tidak ada artinya jika tidak dibarengi prestasi,” tegasnya.
Kepala sekolah juga berencana mengajukan kembali perbaikan aula yang hingga kini masih mengalami kerusakan dan sempat tertunda akibat proses hukum.







