
“Maka, ketika berbicara dengan kualitas standar nasional maka akan menjadi pegangan semua pihak. Baik itu pegangan bagi Yayasan, Pimpinan Perti maupun pelaksana teknis di lapangan, termasuk para dosen dan karyawan. Jadi pada akhirnya akan ada sinergitas positif,” tambahnya.
Lebih lanjut dia meneranglan, kampus Sangga Buana bukan hanya mencetak para lulusan berkualitas di bidang ilmu pengetahuan. Tetapi yang paling penting, bahwa kampus Sangga Buana juga bergerak dalam Universitas Wirausaha atau Entrepreneur University.
“Untuk itu, harapan kami bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh civitas akademika dan mahasiswa USB YPKP juga bisa masuk dalam program standarisasi nasional ini.
Hal ini sejalan dengan harapan bapak Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum tadi, kita dapat menjadi pemain-pemain utama dalam perdagangan baik nasional maupun internasional, bukan hanya milik pengusaha di luar kampus tetapi juga milik kampus juga,” harapnya.
Disebutkan, peningkatan Perti USB yang berbasis standar pendidikan nasional, jadi secara otomatis pihaknya juga harus menerapkan standarisasi bidang entrepreneur.
“Hal ini, memang menjadi bagian yang wajib mereka ikuti, baik itu membangun karakter entrepreneur, ataupun menjadikan mereka sebagai pemilik produk-produk UMKM,” ungkapnya.
Namun, kata Asep lagi, tentunya dalam pengembangan produk yang berkualitas, USB YPKP tidak boleh melepaskannya begitu saja, tentunya harus ada proses pembinaan.







