
Menurut H. Entis, pendampingan hukum tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa partai harus menjadi rumah perjuangan rakyat, bukan sekadar organisasi politik menjelang pemilu.
Selain itu, DPC PDI Perjuangan Purwakarta juga berkomitmen membangun citra partai yang humanis dan inklusif, sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan muda dan Generasi Z.
“Kami ingin PDI Perjuangan bisa diterima oleh semua kalangan, tidak hanya yang sudah mengenal partai. Pengurus kami banyak yang masih muda, keterwakilan perempuan juga di atas 40 persen, dan ada yang aktif di media sosial. Ini menjadi kekuatan tersendiri,” ungkapnya.







