Purwakartaupdate.com, PURWAKARTA – Di salah satu sentra kolang kaling yang berada di pinggir Jalan Raya Ranca Darah, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta terlihat seorang pria tampak sibuk di antara tumpukan buah aren.
Asap tipis mengepul dari tungku perebusan, sesekali diselingi bunyi air panas yang bergolak.
Heri Kusnandar (30), salah satu produsen kolang kaling musiman yang setiap Ramadan mengandalkan buah aren sebagai sumber penghidupan tambahan bagi keluarganya.
Pada Bulan Ramadan tahun 2026 ini terasa berbeda bagi Heri. Menurutnya, pasokan buah aren, bahan utama kolang kaling, kian sulit diperoleh.
Kelangkaan bahan utama, kata Heti, gegara banyak pohon aren di kawasan pegunungan Purwakarta ditebang untuk kebutuhan bahan baku aci kawung, sehingga pohon penghasil buah kolang kaling semakin berkurang.
“Sekarang sudah susah cari buah aren. Padahal tiap Ramadan permintaan kolang kaling selalu tinggi,” ujar Heri usai melayani pembeli yang mampir untuk membeli kolang kaling miliknya, Pada Jumat, 27 Februari 2026.





