Tak hanya itu, inovasi layanan jemput bola terus dimaksimalkan, terutama untuk menjangkau kelompok rentan seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lanjut usia (lansia).
“Kami memiliki kendaraan operasional untuk melakukan perekaman langsung ke lokasi, khususnya bagi ODGJ dan lansia yang mengalami kesulitan datang ke kantor,” jelasnya.
Wawan menambahkan, rata-rata jumlah masyarakat yang mengakses layanan setiap hari berkisar antara 80 hingga 100 orang. Jumlah tersebut dapat meningkat pada akhir pekan.
“Untuk layanan harian sekitar 80 sampai 100 orang, bahkan di hari Sabtu bisa lebih banyak,” ungkapnya.





