“Secara keseluruhan, berdasarkan pemeriksaan makroskopis dengan melihat konsistensi dan warna, daging yang dijual di supermarket ini layak untuk dikonsumsi masyarakat. Namun kualitas daging sangat dipengaruhi oleh cara penanganan dan penyimpanan. Jika tidak konsisten, kondisi daging dapat berubah,” tambah Wini.
Sementara itu, Kanit Intel bagian Ekonomi Polres Purwakarta, IPTU Muhammad Juharmoko, SH.,MH., menyampaikan bahwa pihaknya turut memantau ketersediaan stok dan kualitas produk yang dijual.
“Dari hasil pengecekan kami, tanggal kedaluwarsa relatif aman. Kami juga mengimbau pihak manajemen agar memberikan informasi terbuka terkait jenis daging yang dijual, apakah daging sapi atau daging kerbau. Hal ini penting agar masyarakat bisa menilai dan memilih sesuai kebutuhannya, bukan hanya berdasarkan harga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dari sisi ketersediaan, stok daging di toserba tersebut masih cukup dan relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.





