“Untuk seluruh atlet, baik yang memperoleh juara maupun yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan, saya bangga kepada kalian semua. Kemenangan mengajarkan rasa syukur, sedangkan kekalahan mengajarkan keteguhan dan semangat untuk bangkit. Jangan pernah berhenti berlatih dan jangan pernah takut menghadapi tantangan,” tuturnya.
Kang Imam berpesan agar para pesilat senantiasa menjaga sikap rendah hati serta menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesilat sejati bukan hanya hebat saat bertanding, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur. Tetap rendah hati saat menang, tetap kuat saat kalah, dan teruslah berjuang menjadi yang terbaik. Prestasi hari ini adalah hasil dari kerja keras kemarin, dan prestasi esok hari ditentukan oleh usaha yang dilakukan mulai hari ini,” pungkasnya.
Keberhasilan Siti Latipah dan Qurrota Raya Tsabita diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah maupun perguruan di berbagai ajang pencak silat. (Red)





