
“Alhamdulillah, anak-anak tampil maksimal dan berani saat bertanding. Ini bukan hanya soal medali, tapi tentang mental tanding dan pengalaman mereka di ajang besar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sabeum Sandy Permana menegaskan bahwa ITN Open menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet usia dini.
“Kejuaraan seperti ini sangat bagus untuk pembinaan. Kami jadi tahu sejauh mana perkembangan teknik dan mental mereka. Ke depan, kami akan terus tingkatkan kualitas latihan agar bisa lebih banyak lagi melahirkan juara,” katanya.
Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi ITN Open yang genap berusia 10 tahun sejak pertama kali digagas pada 2016.





