Kasus HIV/AIDS di Purwakarta Cukup Tinggi Bagai Gunung Es yang Memprihatinkan

Ilustrasi kasus HIV AIDS. (Foto: Istimewa)

Purwakarta Update | Hingga saat ini, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Purwakarta, terbilang cukup tinggi. Bahkan, kasusnya mirip dengan fenomena gunung es, yang hanya terlihat permukannya saja dan memprihatinkan.

Maka dari itu, komitmen dalam penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) terus ditunjukkan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Purwakarta dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Purwakarta.


Langkah konkret kedua lembaga tersebut ditunjukkan dengan melakukan deklarasi penandatanganan Pentahelix, yang dilakukan pada 28 Oktober 2021 silam.

Baca Juga:  Begini Cara Merawat Musang Bagi Pemula, Mudah Untuk Dilakukan

Sekretaris PKBI Purwakarta, Abdul Muit mengungkapkan, PKBI Purwakarta menilai dengan adanya komitmen Pentahelix ini agar terjadi kolaborasi yang utuh dan sinergis dalam memutus mata rantai penularan HIV dan Aids di Purwakarta.

“PKBI berperan penting dalam pemutus mata rantai tersebut dengan menusuk melalui penjangkauan pada masyarakat KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) pada masyarakat dengan penggutan kelembagaan dengan KPA Purwakarta,” ujar pria yang akrab disapa Kang Muit, pada Jumat, 3 Desember 2021.

Kang Muit menegaskan, tujuan kolaborasi pentahelix merupakan langkah strategis antara akademisi, pihak swasta(bisnis), komunitas (masyarakat), pemerintah (government) dan media melalui PKBI Purwakarta dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2007 menjadi sangat penting dan strategis untuk mewujudkan Ending AIDS 2030 di Jawa Barat.