
Sinergi ini menjadikan Taman Anak Surawisesa bukan hanya pusat edukasi budaya, tetapi juga ruang bermain edukatif yang menghidupkan memori permainan masa kecil masyarakat Sunda.
Suasana di area taman pada akhir pekan itu tampak semarak. Puluhan peserta, mulai dari anak-anak hingga remaja, duduk rapi mengenakan busana tradisional Sunda lengkap dengan iket di kepala.
Di bagian depan, para anggota KIS ARTA memperagakan langkah demi langkah cara melipat dan mengenakan iket Sunda dengan rapi.
Terlihat antusiasme peserta yang berusaha meniru gerakan pelatih, sesekali saling bercanda namun tetap fokus mengikuti instruksi.
Selain mengajarkan teknik memakai iket, para anggota komunitas juga menyampaikan penjelasan tentang filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam kain penutup kepala khas Sunda ini.







