
Peserta pun diajak memahami bahwa iket bukan sekadar pelengkap pakaian, tetapi simbol identitas dan kebanggaan budaya.
Kang Agus Firdaus, Ketua KIS ARTA, menegaskan bahwa konsistensi selama empat tahun ini bukanlah hal mudah.
Namun, semangat melestarikan budaya dan melihat antusiasme peserta membuat seluruh anggota komunitas terus berkomitmen.
“Kami hadir bukan hanya untuk mengajarkan cara memakai iket, tapi juga menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya kita,” ujarnya, Minggu (9/8/2025).
Ketua menuturkan, keberlangsungan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan semangat para anggota komunitas.







