
Ia mengibaratkan hal ini seperti sistem pajak, di mana orang kaya membayar lebih banyak namun mendapatkan akses fasilitas yang sama.
Budi menilai wacana iuran BPJS Kesehatan naik sejatinya hanya akan dirasakan oleh masyarakat menengah ke atas.
Saat ini, iuran kelas III berada di angka Rp 42 ribu per bulan, dengan peserta mandiri membayar Rp 35 ribu dan sisanya ditanggung negara.
“Yang memang bayarnya kan Rp42 ribu sebulan. Menengah ke atas kaya wartawan, Rp42 ribu sebulan harusnya bisa deh. Yah, yang laki-laki beli rokok kan lebih dari itu,” cetus Budi.
Atasi Defisit Operasional Rumah Sakit
Langkah penyesuaian iuran ini bukan tanpa alasan. Budi menjelaskan saat ini BPJS Kesehatan dilaporkan mengalami defisit Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun.





