
Meski pemerintah memberikan suntikan dana APBN, Budi memperingatkan bahwa defisit tahunan tetap menjadi ancaman.
Menurutnya, kondisi keuangan yang tidak sehat ini berdampak langsung pada kelancaran layanan di fasilitas kesehatan.
“Nah, itu akan terasa dengan penundaan pembayaran ke rumah sakit-rumah sakit. Jadi rumah sakit-rumah sakit mengalami kesulitan untuk operasionalnya. Itu sebabnya harus ada perubahan yang struktural,” tegasnya.
Risiko Peserta Jadi Nonaktif
Di sisi lain, Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, mengingatkan adanya risiko kenaikan jumlah peserta nonaktif jika iuran benar-benar dikerek.
Ia menyoroti kelompok pekerja sektor informal yang memiliki pengeluaran tetap yang ketat.





