
Agung menilai kelas menengah berada dalam posisi yang paling rentan terhadap kebijakan ini dibandingkan kelompok miskin yang sudah terlindungi PBI JKN.
“Jika iuran naik, banyak keluarga akan melakukan penyesuaian pengeluaran. Risiko yang muncul adalah meningkatnya tunggakan dan kepesertaan nonaktif. Pada akhirnya, mereka bisa kehilangan jaminan kesehatan saat justru paling dibutuhkan,” ujar Agung.(red)





