
“Aku ingin dikenal bukan hanya karena prestasi, tapi juga karena bisa bermanfaat untuk orang lain. Aku senang sekali bisa dekat dengan anak-anak disabilitas, karena dari mereka aku belajar tentang ketulusan dan semangat hidup,” tutur Nazwa.
Sang ibu pun menjadi sosok pendukung utama dalam setiap langkahnya. Safitri Ramlie menegaskan bahwa pendidikan dan akhlak tetap menjadi prioritas di atas segalanya.

“Sebagai orang tua, saya hanya ingin Nazwa tumbuh menjadi anak yang rendah hati dan punya empati. Prestasi itu bonus, tapi yang utama adalah sikap dan kepeduliannya terhadap sesama,” ujarnya.
Dengan kombinasi bakat, kerja keras, dan empati, Nazwa Adhani Putri menjadi potret generasi muda Purwakarta yang tak hanya ingin bersinar, tetapi juga ingin memberi arti bagi lingkungan sekitarnya. (Red)





