Purwakartaupdate.com, Purwakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital saat ini, tradisi Nganteuran memang mulai mengalami perubahan.
Namun menjelang Idulfitri, tradisi masyarakat Sunda ini ternyata masih tetap bertahan di sejumlah daerah, terutama di lingkungan perkampungan dan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Nganteuran, yang berasal dari kata “nganteur” atau mengantar, dulunya menjadi momen rutin saat warga saling berbagi makanan ke rumah tetangga dan kerabat.
Kini, meski sebagian masyarakat mulai beralih ke cara praktis seperti mengirim hampers atau ucapan digital, tradisi ini belum sepenuhnya hilang.





