
Beliau tatkala itu tidak shalat bersama kami hingga Ramadan tersisa tiga hari. Beliau shalat bersama kami pada tersisa tiga hari dari Ramadan. Beliau lantas mengerjakan shalat malam kala itu bersama keluarga dan istri-istrinya hingga kami khawatir dengan ‘falah’.
Aku bertanya padanya; ‘Apa yang dimaksud falah?’. Beliau menjawab; ‘Yaitu waktu sahur’. (HR. Tirmidzi no. 806)
Hadits di atas menunjukkan bagaimanakah keutamaan yang besar dari shalat tarawih. Walau cuma lakukan sesaat bersama imam,tidak sampai semalam penuh, namun tetap pahalanya dicatat semalam penuh.
Itulah hikmah yang luar biasa jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, asalkan thuma’ninah. Hadits di atas pun menunjukkan bagaimanakah semangat beliau dalam melakukan shalat malam hingga bisa sampai waktu sahur.
Adapun beliau hanya melakukan selama tiga malam saja hanyalah bertujuan agar umatnya tidak menganggapnya wajib. Namun setelah beliau wafat, para salaf sudah merutinkan shalat tarawih secara berjama’ah karena sudah tidak dianggap wajib lagi.(*)





