
Dukungan penuh dari orang tua menjadi modal utama Patih dalam mengembangkan usaha pertanian yang telah dirintisnya sejak tiga bulan terakhir. Ia pun mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam sektor pertanian sejak usia muda.
“Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digaungkan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, green house melon hidroponik ini juga membuktikan bahwa bertani tidak identik dengan kotor,” ujar Patih.
Menurutnya, proses budidaya melon hidroponik membutuhkan waktu sekitar 73 hari, mulai dari penanaman bibit hingga panen. Patih menanam tiga varietas melon unggulan, yakni Sweet Hami, Lavender, dan Pro Max, yang dikenal memiliki cita rasa super manis.
“Awalnya saya menanam 358 pohon melon. Namun karena faktor cuaca dengan curah hujan tinggi, hingga menghasilkan buah berkualitas saat ini tersisa sekitar 250 pohon,” jelas Patih saat mengecek tanaman melon siap panen di dalam green house.







